Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts

Friday, June 6, 2014

My Precious Thing~

 Salam bahagia untuk kita semua. Semoga sampai saat membaca ini kita masih dikelilingi oleh rasa sayang dan bahagia. Entah itu berasal dari kita maupun orang lain. Karena tidak ada yang lebih menyenangkan jika kita senantiasa merasakan perasaan positif memenuhi pikiran kita. 

  Topik kali ini adalah topik yang spesial. Tentang hal yang saya anggap berharga. Tentu setiap orang mempunyai hal yang berharga pada dirinya masing-masing. Bagi saya sendiri, hal yang berharga adalah keluarga.

  Orientasi hidup saya masih merupakan keluarga. Sesibuk apapun,  sebisa mungkin meluangkan hari dalam satu minggu. Meski hanya melihat muka saru sama lain. Tidak ada acara yang bisa mengganggu hari keluarga dalam seminggu itu. Bahkan bolak-balik melintasi jarak puluhan kilometer setiap hari akan dijalankan untuk bertemu dengan yang lainnya. Semalam apapun saya kuliah, jika memungkinkan untuk pulang maka saya akan pulang. Meski sakit, saya yakin hawa di rumah akan membangkitkan saya. Meski hanya sekedar memakan kue kecil, saat ulang tahun adalah saat kebersamaan yang tidak boleh terlewatkan momennya.




  Saya paling tidak bisa berpaling dari keluarga saya. Bukan berarti teman sahabat, dan hal yang lainnya tidak berharga. Semuanya tentu adalah hal-hal yang mengisi kehidupan saya. Tidak satu pun dapat menggantikan peranan lainnya. Yang saya maksud berharga di sini adalah bagaimana kehidupan saya berpengaruh dari hal ini. Tentu saja, keluarga berperan besar dalam menentukan diri saya saat ini.

  Saya sangat bersyukur bahwa keluarga saya adalah hal yang diizinkan Allah untuk saya miliki di dunia ini. Karena salah satu sumber kebahagiaan terbesar berasal dari situ. Keluarga yang ideal dan sempurna? Tidak. Saya tidak merasa keluarga saya sesempurna itu.Bukan keluarga yang selalu tenang dan adem.  Berbagai masalah tidak jarang datang. Namun justru di situlah saya dapat melihat makna sebuah keluarga sebagai sebuah individu tak terpisahkan. Mengenal yang namanya emosi, bertanggung jawab, berbagi, menahan perasaan, bdan ertambah dewasa sedikit demi sedikit. 

 Dibalik konflik yang sering terjadi, hal itu justru membuat saya menjadi orang yang semakin sabar dan kuat menerima beban. Semua itu membuat semuanya menjadi sadar kembali betapa pentingnya komunikasi dan kasih sayang itu. Tidak selalu ceria namun kami selalu membuat hidup ini senyaman mungkin. Itu yang membuat saya kuat dan tenang dalam menghadapi masalah di hidup ini. Selalu mencoba tersenyum terlebih dahulu.

  Melalui keluarga mata saya terhadap dunia dapat terbuka lebar. Bagi orang yang jarang menunjukkan emosi sesungguhnya, hanya di sinilah saya dapat memperlihatkan diri saya. Satu-satunya air mata saya yang pernah terlihat orang selain diri sendiri hanya di depan kedua orang yang telah membuat saya terlahir di dunia ini. 

  Ibu selalu mengajarkanku untuk menjadi orang yang kuat. Selalu membuat semangatku bangkit dengan kata-kata sayangnya. Selalu ia mengatakan segala potensi yang saya miliki. Bukti bahwa sebegitu percayanya ia pada kemampuan saya dalam berusaha. Padahal saya sendiri belum begitu yakin. Pujian-pujian itu selalu ia ucapkan secara jujur. Membuat perasaan saya hangat dan keyakinan saya bertambah. Berusaha dan berusaha. Itu yang selalu ia katakan. Dan ya. Ia adalah wanita kuat yang selalu berusaha seumur hidupnya. Bahkan sampai nafas terakhirnya. 

  Ayah saya sendiri hanya memiliki putri-putri (termasuk saya) sebagai anaknya. Karenanya, ia sangat protektif. Tak pernah bosan ia ingatkan putri-putrinya tentang nilai kehidupan. Sendari masih kecil. Sampai saat ini pun ia masih mengingatkan kami putrinya tentang kedudukan kami sebagai wanita. Sebagai seorang laki-laki ayah sangat menghargai dan menjunjung tinggi seorang wanita. Ia selalu mengingatkan bahwa betapa tingginya harga diri seorang wanita itu. Wanita adalah kaum yang terhormat. Jangan hanya mau dipilih, sebagai wanita kami juga harus memilih. 

  Ajaran kedua orang tua saya membuat saya mempunya prinsip untuk menjalani hidup sebagai wanita yang kuat, menjaga kehormatan selalu, dan selalu memegang harga diri yang kuat. 

  Selain menghargai diri sendiri, ayah dan ibu selalu mengajarkan anak-anaknya cara untuk menghargai orang lain. Dari hal kecil seperti melayani saat tamu di rumah, saya belajar untuk membuat orang lain senyaman mungkin dengan diri kita. Hal itu benar. Buktinya saat ini saya pun dikelilingi dengan teman dan orang-orang yang positif dan baik. 
  
  Kakak-kakak saya sendiri juga merupakan perempuan-perempuan tangguh. Masing-masing mempunyai cara tersendiri untuk membuat menjalani takdir yang tidak mudah dan kemudian mencapai kesuksesannya. Banyak sifat-sifat kemandirian yang saya pelajari dari mereka.

  Bagaimana keluarga membesarkan memang terlihat dari kesan orang lain terhadap kita. Bagaimana mereka menilai sikap kita, bagaimana kita berperilaku, bagaimana kita bertutur kata. Dan pada akhirnya bagaimana dengan orang yang pada saat ini ada di sekitar kita. 

 Sayangilah keluarga kita... selama kita masih mampu menyanyanginya.

  Mungkin ini adalah waktu terakhir saya mengepost blog. Jika ada kesempatan lain kali mungkin akan saya lanjutkan. Meski bukan di blog ini. Tentu itu juga akan membutuhkan waktu yang tidak lama. Karena angin kehidupan akan terus bertiup. Menghantarkan kita ke tempat lainnya bagai daun gugur. Saat jatuh di tanah yang baru, di situ pula kehidupan baru menanti kita.

Bagi pembaca yang membaca blog ini saya ucapkan terima kasih. Salam hangat dan penuh cinta saya sampaikan sepenuh hati kepada siapapun anda.

Assakamualaikum wr. wb. 

Thursday, June 5, 2014

Sincere~

Halo... bagaimana kabar anda hari ini?

Ikhlas. Sesuatu yang mudah dikatakan tapi sulit dilakukan oleh banyak orang. Banyak yang bilang dirinya ikhlas tapi sebenarnya iri, tak rela melakukan sesuatu. Ikhlas sendiri artinya adalah tulus, murni, melakukan sesuatu. Di sini kita tidak meminta balasan apapun. 

Banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari permasalahan muncul karena sifat tidak ikhlas. Itu biasanya adalah orang egois dan orang yang tidak bisa bersabar. Jika orang tidak 


Ikhlas Itu Selalu Merasa Positif (Positif Feeling)
Berprasangka positif atau berpikir positif sebenarnya harus dimulai dengan berperasaan positif atau merasa positif (positive feeling). Jadi pada mulanya dimulai dari hati. Bagaimana Anda akan berpikir positif kalau perasaan Anda diliputi oleh ion-ion negatif? Mengejar kesuksesan dan kebahagiaan dengan berpikir positif saja memang bisa berhasil. Namun, hasilnya akan lebih optimal jika kita menggunakan perasaan positif dan menyelaraskannya dengan pikiran positif.

Ketika perasaan Anda negatif alias dipenuhi nafsu dan emosi, apa yang Anda rasakan? Makin jauh dari “kemudahan”? Benar sekali.
Bayangkan ketika kita berada di zona nafsu. Kita selalu diliputi rasa cemas, takut, dan penuh amarah. Alhasil, kita seperti kehabisan tenaga. Karena memang energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia.

Itulah sebabnya, di saat-saat energi kita terkuras oleh kesedihan, kekecewaan, kekesalan, dan kemarahan, cara yang paling bijak adalah dengan mengikhlaskan sesuatu yang menimbulkan perasaan tersebut. Ikhlas berarti kita menghentikan proses berkurangnya energi dan mulai melakukan pengisian ulang (self recovery). Terkadang dalam proses tersebut kita membutuhkan penyaluran energi positif dari orang lain lewat kata-kata atau perhatiannya, atau dari alam lewat kesejukan dan keindahan yang dimilikinya.

Ikhlas Itu Kekuatan (Power)
Pada prinsipnya, ikhlas merupakan keharusan hakiki yang mesti ada dalam diri setiap orang. Ketika ikhlas itu ada, akan kuat dan tangguhlah dirinya. Sebaliknya ketika ikhlas telah hilang, maka akan rapuh dan lemahlah dirinya. Ketika seseorang mengatakan, ”Ikhlaskan saja,” ketika mengalami kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintainya. Artinya ”Kuatkan kembali dirimu, jangan larut dalam kesedihan yang akan menghabiskan energi positifmu.”
Hal itu karena manusia itu sendiri diciptakan dari fitrah (ruh suci, Q.S. al-Rûm/30: 30). 

Berbeda dengan kondisi, dimana setiap orang berbuat penuh pamrih, ukuran perbuatan dinilai dari banyaknya orang yang terkagum-kagum. Hidup penuh kebohongan, kemunafikan dan kepura-puraan. Tampak hebat padahal rapuh, terlihat kaya padahal miskin, kelihatan khusyu’ padahal jahat. Maka kebobrokan akan melanda pelakunya, keluarga, bangsa dan negaranya. Hidup serba semu, kekayaan nisbi sebagai hasil korupsi, jabatan diraih karena penuh tipu dan rekayasa, dan bermu’amalah penuh basa basi menebar janji tanpa bukti. Ruh telah hilang dari jasad. Ikhlas telah lenyap dari amal perbuatan.

Ikhlas menjadikan manusia suka berbagi (manusia sosial)
Semakin besar ikhlas melekat dalam hati, keinginan berbagi semakin besar. Hal itu karena manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang suka berbagi kesenangan dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang tidak ikhlas, tidak mau berbuat sesuatu kalau tidak membawa keuntungan pribadi. Dia hanya mementingkan diri sendiri, menjadi manusia egois. Manusia egois hatinya selalu berkeluh kesah. Bila ditimpa kesusahan, resah, dan ketika mendapat kekayaan, amat kikir (QS al-Ma’ârij [70]: 19-21). Sedangkan manusia ikhlas adalah manusia sosial. Dia senang membagi kesenangan kepada orang lain. Semakin dibagi kesenangan itu, Allah melipatgandakan dengan berbagai kesenangan yang lain. Dia bahagia telah membagi, dan gelisah karena belum dapat kesempatan untuk membagi.


Ikhlas menjadikan manusia kaya 
Tanda orang kaya dilihat dari pemberiannya. Semakin banyak pemberiannya, semakin kaya orang itu. Karena orang ikhlas itu suka berbagi, maka sesungguhnya dia orang kaya, meskipun mungkin miskin harta. 

Kalaulah tidak kaya harta, tapi kaya hati, syukur alhamdulillah bila kaya harta pula. Maka Rasulullah Swa. Bersabda: ”Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah”. Allah berfirman: ”Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebaikan sehingga mampu memberikan apa yang kamu cintai”. (Q.S. Ali Imrân [3]: 92). Hanya dengan keikhlasan yang tinggi seseorang dapat memberikan harta yang paling dicintai. Itulah orang kaya.


Ikhlas meningkatkan kinerja 
Betapa tidak, guru yang ikhlas tidak perlu diawasi oleh kepala sekolah. Karyawan yang ikhlas, tidak penting direktur ada atau tidak. Pegawai yang ikhlas, tidak memandang kehadiran majikan. Semua bekerja tanpa pamrih. Mereka senang melakukan pekerjaan itu dengan sepenuh hati. Ikhlas beramal hasil maksimal, demikian pepatah mengatakan. Maka hasil dari perbuatan al-mukhlishîn (orang-orang ikhlas) itu adalah kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran.


Ikhlas menciptakan hidup damai

Orang yang ikhlas tidak pernah membuat masalah, sehingga menimbulkan kekacauan, keributan, dan kerusakan. (Q.S. al-Rûm [30]: 41) Orang yang ikhlas tidak pula suka menghindar dari masalah, lari dari kenyataan, lalu menyalahkan orang lain. Orang yang ikhlas adalah manusia problem solver (pemecah masalah) yang tidak pernah menghindar dari masalah. Dia menghadapinya dengan gagah berani, mencari solusi dengan cara-cara yang cerdas dan bijak. Manusia problem solver (pemecah masalah) kokoh berdiri bagaikan karang, menghadapi masalah dengan jiwa besar yang dibangun dari ruh ikhlas. Orang ikhlas adalah manusia wajar, santun, ramah tidak gampang marah. 


Sekali lagi, mari kita belajar untuk ikhlas agar apapun yang kita lakukan tidak menjadi beban. Ikhlas bisa dimulai dari hal kecil. Seperti membantu tanpa pamrih. Atau sedekah sepenuh hati.

Saya sangat setuju jika ikhlas itu membuat kita kuat. Mengikhlaskan seseorang yang kita sayangi untuk pergi selamanya membuat saya menjadi kuat dan lebih kuat dari sebelumnya dalam menjalani hidup.

  Semangat untuk semua yang telah bekerja keras dalam aktivitas hari ini. Semoga esok hari pun kita dapat melakukan aktivitas dengan semangat dan senyuman di wajah. Sudahkan anda membuat seseorang senang hari ini? Jangan lupa ya...


 huphuphaphap terima kasih telah membaca tulisan ini~ :DDD

sumber: 

Saturday, May 31, 2014

Words from Our Founder Father~

Halo... bagaimana kabar anda hari ini?


  Siapa yang yang tidak tahu saat mendengar kata Ir. Soekarno? Ya, beliau bersama Bapak Moh. Hatta adalah presiden dan wakil presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pertama. Namun kali ini saya tidak akan membahas sejarah yang panjang lebar tentang kemerdekaan Indonesia lho... (mungkin lain kali :p) 

Berhubung besok adalah 1 Juni, hari lahirnya pancasila maka tidak ada salahnya post kali ini berbau-bau nasionalisme kan..... hehehe. Tapi bukan tentang 5 pancasila kok. Itu sih sebagai warga negara Indonesia sudah harus hapal dari sela ke satu sampai lima -__-. Kalau kata Rhoma Irama sih "Sungguh ter-la-lu" hahaha kalau sampai tidak hapal.

  Yang kali ini saya persembahkan adalah kata-kata yang pernah diucapkan oleh beliau. Semoga sajan kata-kata ini dapat menjadi bahan bakar semangat perjuangan kita ya :D

Kumpulan Kata-Kata Mutiara Bung Karno Presiden RI
(1945 - 1966)





“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno)


“Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno)


“Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno)


“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)


“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” - Bung Karno


“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)


“……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno)


“Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba, tetaplah bersemangat elang rajawali “. (Pidato HUT Proklamasi, 1949 Soekarno)


“Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” (Pidato HUT Proklamasi, 1950 Bung Karno)


“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” (Pidato HUT Proklamasi, 1964 Bung Karno)


“Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.” (Pidato HUT Proklamasi 1966, Soekarno)


“Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah, kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri, kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong” (Pidato HUT Proklamasi, 1966 Bung Karno)


“Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul, mengebu-gebu, dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem, “Kadyo siniram wayu sewindu lawase” (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno)


“Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.” ( Sarinah, hlm 17/18 Bung Karno

Sumber google, esc-creation.co.cc


  Bagaimana? Wuiiiw, potongan kata yang keluar dari beliau membuat saya merinding lho.... Merinding karena kagum. Semoga setelah membaca kata-kata bung karno tersebut kita makin menjadi semangat. Semangat dalam mamajukan negeri ini tentunya. Untuk itu kita mempunyai jalan masing-masing dalam mencapainya. Mungkin untuk mahasiswa (karena saya masih mahasiswa) dapat mengamalkannya dengan selalu berusaha mencari ilmu dengan jujur agar kelak dapat membangun dan meneruskan pembangunan bangsa ini dengan ilmu yang didapat.

  Semangat untuk semua yang telah bekerja keras dalam aktivitas hari ini. Semoga esok hari pun kita dapat melakukan aktivitas dengan semangat dan senyuman di wajah. Sudahkan anda membuat seseorang senang hari ini? Jangan lupa ya..


  huphuphaphap terima kasih telah membaca tulisan ini~ :DDD

Monday, May 19, 2014

The Beauty of The End~

Halo... bagaimana kabar anda hari ini?

  Bunga yang kuncup suatu saat akan mekar. Seindah apapun bunga itu, jika sudah mekar suatu saat akan gugur juga. Tak peduli berapa lama. Begitu pula manusia. Kita yang selama ini 'terbangun' suatu saat akan 'tidur' juga. Melepas semua kelelahan yang dialama seharian beraktivitas. Tidur itu mempertemukan kita ke pada-Nya. Kematian namanya.

Kematian dikemukakan  oleh  Al-Quran  dalam   konteks
menguraikan  nikmat-nikmat-Nya  kepada  manusia. Dalam surat
Al-Baqarah (2): 28 Allah mempertanyakan  kepada  orang-orang
kafir.

     "Bagaimana kamu mengingkari (Allah) sedang kamu
     tadinya mati, kemudian dihidupkan (oleh-Nya),
     kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya
     kembali, kemudian kamu dikembalikan kepada-Nya."

Nikmat yang diakibatkan  oleh  kematian,  bukan  saja  dalam
kehidupan   ukhrawi   nanti,  tetapi  juga  dalam  kehidupan
duniawi, karena tidak dapat  dibayangkan  bagaimana  keadaan
dunia kita yang terbatas arealnya ini, jika seandainya semua
manusia hidup terus-menerus tanpa mengalami kematian.

Muhammad Iqbal menegaskan bahwa mustahil  sama  sekali  bagi
makhluk  manusia  yang  mengalami perkembangan jutaan tahun,
untuk  dilemparkan  begitu  saja  bagai  barang  yang  tidak
berharga.  Tetapi itu baru dapat terlaksana apabila ia mampu
menyucikan dirinya secara terus menerus. Penyucian jiwa  itu
dengan  jalan menjauhkan diri dari kekejian dan dosa, dengan
jalan amal saleh. Bukankah Al-Quran menegaskan bahwa,

     "Mahasuci Allah Yang di dalam genggaman
     kekuasaan-Nya seluruh kerajaan, dan Dia Mahakuasa
     atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan
     hidup untuk menguji kamu siapakah di antara kamu
     yang paling baik amalnya, dan sesungguhnya Dia
     Mahamulia lagi Maha Pengampun" (QS Al-Mulk [67]:
     1-2).1

Demikian  terlihat  bahwa  kematian  dalam  pandangan  Islam
bukanlah  sesuatu  yang  buruk,  karena di samping mendorong
manusia untuk  meningkatkan  pengabdiannya  dalam  kehidupan
dunia  ini,  ia  juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki
kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati.


KEMATIAN HANYA KETIADAAN HIDUP DI DUNIA

Ayat-ayat Al-Quran dan hadis Nabi menunjukkan bahwa kematian
bukanlah  ketiadaan  hidup  secara  mutlak, tetapi ia adalah
ketiadaan hidup di dunia,  dalam  arti  bahwa  manusia  yang
meninggal pada hakikatnya masih tetap hidup di alam lain dan
dengan cara yang tidak dapat diketahui sepenuhnya.

     "Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang
     gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu
     hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki" (QS
     Ali-'Imran [3]: 169).
    
     "Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang
     yang meninggal di jalan Allah bahwa 'mereka itu
     telah mati,' sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu
     tidak menyadarinya" (QS Al-Baqarah [2]: 154).

Imam Bukhari meriwayatkan melalui sahabat Nabi Al-Bara'  bin
Azib,  bahwa  Rasulullah Saw., bersabda ketika putra beliau,
Ibrahim, meninggal dunia, "Sesungguhnya untuk dia  (Ibrahim)
ada seseorang yang menyusukannya di surga."


Demikian beberapa teks keagamaan yang dijadikan alasan untuk
membuktikan bahwa kematian bukan kepunahan, tetapi kelahiran
dan kehidupan baru.

MENGAPA TAKUT MATI?

Di atas telah dikemukakan beberapa faktor  yang  menyebabkan
seseorang merasa cemas dan takut terhadap kematian.

Di sini akan dicoba untuk melihat lebih jauh betapa sebagian
dari  faktor-faktor  tersebut  pada  hakikatnya  bukan  pada
tempatnya.

Al-Quran  seperti  dikemukakan  berusaha menggambarkan bahwa
hidup di akhirat jauh lebih baik daripada kehidupan dunia.

     "Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu
     daripada dunia" (QS Al-Dhuha [93]: 4).

Musthafa  Al-Kik  menulis  dalam   bukunya   Baina   Alamain
bahwasanya  kematian  yang dialami oleh manusia dapat berupa
kematian mendadak seperti serangan  jantung,  tabrakan,  dan
sebagainya,  dan  dapat  juga merupakan kematian normal yang
terjadi melalui proses  menua  secara  perlahan.  Yang  mati
mendadak  maupun  yang normal, kesemuanya mengalami apa yang
dinamai sakarat al-maut (sekarat)  yakni  semacam  hilangnya
kesadaran yang diikuti oleh lepasnya ruh dan jasad.

Dalam  keadaan  mati  mendadak,  sakarat  al-maut  itu hanya
terjadi beberapa saat singkat, yang mengalaminya akan merasa
sangat  sakit  karena  kematian  yang dihadapinya ketika itu
diibaratkan oleh Nabi Saw.- seperti "duri yang berada  dalam
kapas,  dan  yang dicabut dengan keras." Banyak ulama tafsir
menunjuk ayat Wa nazi'at gharqa (Demi malaikat-malaikat yang
mencabut  nyawa  dengan  keras)  (QS  An-Nazi'at  [79]:  1),
sebagai isyarat  kematian  mendadak.  Sedang  lanjutan  ayat
surat     tersebut     yaitu    Wan    nasyithati    nasytha
(malaikat-malaikat yang mencabut ruh  dengan  lemah  lembut)
sebagai   isyarat   kepada   kematian  yang  dialami  secara
perlahan-lahan.3

Kematian yang melalui proses lambat itu dan yang  dinyatakan
oleh  ayat  di  atas  sebagai "dicabut dengan lemah lembut,"
sama keadaannya dengan proses yang  dialami  seseorang  pada
saat  kantuk  sampai  dengan  tidur. Surat Al-Zumar (39): 42
yang  dikutip   sebelum   ini   mendukung   pandangan   yang
mempersamakan  mati  dengan tidur. Dalam hadis pun diajarkan
bahwasanya tidur identik dengan kematian. Bukankah doa  yang
diajarkan  Rasulullah  Saw.  untuk  dibaca  pada saat bangun
tidur adalah:

     "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami
     (membangunkan dari tidur) setelah mematikan kami
     (menidurkan). Dan kepada-Nya jua kebangkitan
     (kelak)."

Pakar tafsir Fakhruddin Ar-Razi, mengomentari surat Al-Zumar
(39): 42 sebagai berikut:

     "Yang pasti adalah tidur dan mati merupakan dua
     hal dari jenis yang sama. Hanya saja kematian
     adalah putusnya hubungan secara sempurna, sedang
     tidur adalah putusnya hubungan tidak sempurna
     dilihat dari beberapa segi."

Kalau  demikian.  mati  itu  sendiri  "lezat  dan   nikmat,"
bukankah   tidur   itu   demikian?  Tetapi  tentu  saja  ada
faktor-faktor ekstern yang dapat menjadikan  kematian  lebih
lezat dari tidur atau menjadikannya amat mengerikan melebihi
ngerinya   mimpi-mimpi   buruk   yang    dialami    manusia.
Faktor-faktor  ekstern  tersebut muncul dan diakibatkan oleh
amal manusia yang diperankannya dalam kehidupan dunia ini

Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Imam   Ahmad   menjelaskan   bahwa,  "Seorang  mukmin,  saat
menjelang kematiannya, akan didatangi oleh  malaikat  sambil
menyampaikan  dan  memperlihatkan  kepadanya  apa yang bakal
dialaminya setelah kematian. Ketika itu tidak ada yang lebih
disenanginya  kecuali  bertemu  dengan Tuhan (mati). Berbeda
halnya  dengan  orang  kafir  yang   juga   diperlihatkannya
kepadanya  apa  yang bakal dihadapinya, dan ketika itu tidak
ada sesuatu yang lebih dibencinya  daripada  bertemu  dengan
Tuhan."

Dalam surat Fushshilat (41): 30 Allah berfirman,

     "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa
     Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan
     pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada
     mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa
     takut dan jangan pula bersedih, serta
     bergembiralah dengan surga yang dijanjikan Allah
     kepada kamu.'"

Turunnya  malaikat  tersebut  menurut  banyak  pakar  tafsir
adalah  ketika  seseorang  yang sikapnya seperti digambarkan
ayat di atas sedang menghadapi  kematian.  Ucapan  malaikat,
"Janganlah  kamu  merasa  takut"  adalah  untuk  menenangkan
mereka menghadapi maut  dan  sesudah  maut,  sedang  "jangan
bersedih"   adalah   untuk  menghilangkan  kesedihan  mereka
menyangkut persoalan dunia yang ditinggalkan  seperti  anak,
istri, harta, atau hutang.


Di  sisi  lain,  manusia  dapat  "menghibur"  dirinya  dalam
menghadapi   kematian  dengan  jalan  selalu  mengingat  dan
meyakini bahwa semua manusia pasti akan mati. Tidak  seorang
pun  akan  luput  darinya,  karena  "kematian  adalah risiko
hidup." Bukankah Al-Quran menyatakan bahwa,

     "Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS Ali
     'Imran [3]: 183)
    
     "Kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk
     seorang manusiapun sebelum kamu. Apakah jika kamu
     meninggal dunia mereka akan kekal abadi? (QS
     Al-Anbiya' [21]: 34)

Keyakinan  akan  kehadiran  maut  bagi  setiap  jiwa   dapat
membantu meringankan beban musibah kematian. Karena, seperti
diketahui, "semakin banyak yang terlibat dalam  kegembiraan,
semakin   besar   pengaruh   kegembiraan   itu   pada  jiwa;
sebaliknya,  semakin  banyak  yang  tertimpa  atau  terlibat
musibah, semakin ringan musibah itu dipikul."

Demikian  Al-Quran  menggambarkan kematian yang akan dialami
oleh manusia taat dan durhaka, dan demikian kitab suci  irõi
menginformasikan   tentang  kematian  yang  dapat  mengantar
seorang yang tidak beriman atau yang durhaka diajak untuk

bersiap-siap menghadapi berbagai ancaman dan siksaan. Sementara, mukmin agar  tidak  merasa  khawatir  menghadapinya.

Bagaimana? Meski terlihat menakutkan. Sebenarnya kematian itu indah. Selama kita telah mempersiapkan yang terbaik dan selalu mematuhi-Nya. 

Semangat untuk semua yang telah bekerja keras dalam aktivitas hari ini. Semoga esok hari pun kita dapat melakukan aktivitas dengan semangat dan senyuman di wajah. Sudahkan anda membuat seseorang senang hari ini? Jangan lupa ya...


 huphuphaphap terima kasih telah membaca tulisan ini~ :DDD

sumber: media.isnet.org/islam/Quraish/Wawasan/Kematian2.html

Sunday, May 18, 2014

Live with Mobile Application~



  Halo... Bagaimana kabar anda hari ini?

  Sebelum tidur, cek hp dulu deh... Bangun tidur masih belum kuat bangun, cek hp dulu deh... Lagi di kendaraan dalam waktu lama memang membosankan. Ngapain ya? Dengerin/main hp dulu deh...

  Pasti para pembaca sering melakukan hal di atas kan? Hayo ngaku... hahaha. Tak salah jika dibilang sekarang kita sudah addict sama smartphone. Hampir tidak bisa berpisah dengan benda satu ini satu hari pun. Sebenarnya kenapa bisa begitu banyak alasannya. Bisa jadi karena candu sosial media yang ada, main game, dll. Tapi jika dipikir secara positif, mungkin karena smartphone memang praktis  punya fungsi yang banyak untuk membantu kita sehari-hari. Yang paling membatu di smartphone sih ya aplikasinya ya. Berhubung saya adalah pengguna smartphone bebasis OS Andoroid maka berikut adalah sedikit dari aplikasi yang kudu alias harus ada di smartphone saya sejauh ini. Cekidot!


  • LINE

  
   
  Ini merupakan media sosial wajib untuk chatting menurut saya. Sepertinya semua sudah tahu daya tarik media sosial asal Jepang ini adalah sticker-stickernya yang lucu, imut, dan jenaka. Kalau lagi malas menulis atau mengetik, tinggal mengirim sticker yang mewakilkan apa yang anda pikirkan. Selain stickernya, dengan LINE kita juga bisa main LINE games yang bervariasi. Yang paling saya suka sejauh ini sih LINE BUBBLE dan LINE DRAGON FLIGHT. Meski suka memainkan game-nya, namun saya paling sebal jika ada orang yang meng-invite saya untuk memainkan games-nya. Kalau sekali-kali mungkin tidak apa-apa. Namun jika setiap hari? Tentu lama-lama kita akan jengkel karena inbox chat penuh dengan invite message yang ditujukan untuk kita. Trik saya menghadapi ini adalah, jika ada seseorang yang mengirimkan saya invite message maka saya akan langsung mengirim sticker yang menyebalkan sebanyak setidaknya 20 kali. hahaha. Trik itu lumayan ampuh ternyata. Buktinya yang mengirimkan jadi berkurang. XD


  • WhatsApp

  Sebenarnya ini hanya penggati LINE untuk saya. Karena beberapa keluarga saya tidak begitu sering memakai LINE dan lebih memilih menghubungi saya lewar WA (WhatsApp) ini. Alasannya sih karena LINE sudah begitu banyak iklan dan kembali lagi banyak yang mengirim invite message. Jadi intinya menurut saya WA ini untuk orang yang ingin serius dan tenang ahahaha.





  • Path
  Nah... Saya memang bukan orang yang sangat aktif di media sosial, namun jika sesekali saya ingin berbagi momen/cerita maka saya akan memilih yang satu ini. Path menurut saya sangat simple  dan praktis untuk dilihat dan digunakan. Yang menarik bagi saya sih karena banyak momen yang bisa dishare di sini. Bisa foto, musik, film, video, buku, bahkan waktu kita tidur. Apalagi teman kita dibatasi menjadi 150 saja. Menurut saya sih lebih enak jadinya karena kita jadi tidak lebih pusing hahahaha. Itu lah kenapa sosial media yang dibuat oleh mantan karyawan facebook ini menarik bagi saya.



  • 9GAG
  Nah ini dia teman setia saya jika sedang berada di kereta perjalanan pulang atau pergi. Tak perlu ditanya lagi meme-meme yang ada di sini memang menghibur dan selalu membuat kita tertawa. At least tersenyum geli. Kalau lagi bete menunggu membuka aplikasi satu ini membuat kita sedikit melupakan kebosanan.








  • Dictionary and Traslantor
  Dari tadi yang dibahas sosial media terus mungkin ya. hahaha. Nah kali ini aplikasi yang sangat membantu saya jika sedang membaca buku. Kamus dan translator. Kenapa tidak google translate? Haha, kalau ada kondisi dimana tidak ada internet terus tiba-tiba disamperin bule (lho?) aplikasi offline akan sangat berguna kan. 
Dulu waktu zaman smartphone belum ada, saya rajin sekali membawa alfalink. Namun sekarang tinggal membawa sebuah smartphone jadi gampang sekali. Jadi, berhubung saya suka membaca buku (novel yang berbahasa Inggris) dan film bersubtitle Inggris, maka aplikasi sejenis ini juga wajib ada di smartphone saya.


  Nah itu dia daftar aplikasi di smartphone saya. menurut saya sih selain sms dan telepon kegunaan smartphone adalah untuk menikmati aplikasi-aplikasi di atas hahaha. Tentu itu belum semua. Masih ada tumblr, camera360(bukan untuk selfie ya, wkwkwkw), dll. Tapi begitulah gambaran isi hp saya, Bagaimana dengan anda? 

  Semangat untuk semua yang telah bekerja keras dalam aktivitas hari ini. Semoga esok hari pun kita dapat melakukan aktivitas dengan semangat dan senyuman di wajah. Sudahkan anda membuat seseorang senang hari ini? Jangan lupa ya...


  huphuphaphap terima kasih telah membaca tulisan ini~ :DDD

Sunday, May 4, 2014

Cerita Seminggu 9~

  Halo... bagaimana kabar anda hari ini?

  Sudah lama tidak muncul ke permukaan? Benar sekali. Kali ini saya belum akan memberi postingan tentang materi apapun. Begitu pula dengan artikel. Hiatus dulu lah istilahnya hahahaha. Semuanya karena sesuatu yang bernama ujian. Ujian ini juga berada di tengah-tengah tahun ajaran per semesternya. Namanya adalah UTS. Ujian Tengah Semester. Makanya mungkin kali ini saya akan bercerita tentang tumpahan pikiran yang ada di suatu sudut rang di otak saya. Tenang bukan sesuatu yang menggalaukan kok. hahaha. Untung saya bukan tipe seperti itu. 

  Sebenarnya sih belum selesai juga. Namun karena tuntutan tugas dan sekalian refresing, tidak ada salahnya kan membuka layar laptop untuk mengetik blog ini. Sebenarnya sih sekalian saja menyelam di dunia maya untuk refreshing yang sesungguhnya. hihihi. Begitulah, yang namanya UTS terutama yang kali ini luamayan menguras tenaga dan pikiran. Ternyata yang namanya semakin menjadi senior bukan hanya saja bertambah tua. Tanggung jawab terhadap materi yang dihadapi juga bertambah. Karenanya tingkat kesulitan yang saya rasakan saat UTS ini bisa dibilang cukup menantang. Alias cukup susah hahaha.

  Yang paling membedakan UTS kali ini adalah tingkat kesulitannya. Entah memang standar soal ujian memang semakin tinggi mungkin. Bagus sih... entah kenapa tetap saja bagi yang menjalankan buakan hal yang mudah. Tapi yah... demi meningkatkan kualitas pembelajaran, mahasiswa juga yang harus berpartisipasi toh kan? hahaha. 

  Alasan lain dibalik kebingungan saya saat ujian mungkin adalah ketidak siapan saya dalam menghadapinya. Alasannya bisa banyak. Dari kurangnya semagat, kurang motivasi, malas, sampai kondisi tubuh yang kurang fit. Saya akui, karena berbagai hal yang terjadi dari awal tahun, di tahun shio kuda ini kesehatan saya kondisinya seperti kuda delman yang disuruh majikannya mengejar setoran. Naik turun tidak menentu. Terutama karena pola makan yang tidak teratur. Jika lupa makan sedikit saja, kekasih setia saya yang bernama asam lambung akan menghampiri saya. Jika sudah begitu akan susah sekali pergi. Saking tidak mau berpisahnya hahaha. Kalau sudah asam lambung tinggi begini, kepala pusing dan rasanya tidak bisa konsen untuk belajar kan. Alangkah enakanya jika bisa langsung tidur dan bangun pagi untuk belajar sebelum ujian. Boro-boro begitu -_-, yang ada memjamkan mata untuk tidur saja susah. Pada akhirnya yang terjadi adalah menunggu berjam-jam untung lelah sendiri sampai ketiduran. Tentu saja tidur tidak tidur cepat, bahkan sampai tengah malam. Tentu saja rencana bangun pagi juga tidak terpenuhi. Yang ada saya memakai cara SKS. Sistem Kebut Semalam, eh Sejam. Baiklah terlalu lebay. Mungkin sejam lebih sedikit menuju jam ujian.

  Untunglah saya dikelilingi oleh teman kuliah yang dapat membantu saya di saat mengebut seperti ini hahaha. Jadi setidaknya mendapatkan pencerahan dari orang lain sebelum ujian. Sehingga tidak blank sama sekali pas ujian. 

  Tapi mau sesiap apa pun terkadang hal diluar dugaan bisa terjadi. Hal-hal yang jarang diajarkan di kelas, malah keluar di ujian. Kebanyakan orang pun tidka menyangka akan ada soal jenis itu yang keluar. Ahh.... saya jadi teringat tentang suatu hal dulu. Waktu saya SMA saat membeli pensil 2B untuk ujian, kebetulan saya beli sepaket dengan tempat pensil. Nah ternyata di situ ada juga secarik kertas yang berisi tips menghadapi ujian. Selain kesiapan teknis yang standar seperti alat tulis, materi, dll ada yang namanya faktor x. Intinya sih tentang ketidak beruntungan. Mau sesiap apa pun, kalau di ujian telat/tiba-tiba terjadi hal yang membuat ujian tidak bisa berlangsung dengna normal hasilnya bisa jadi tidak memuaskan. Mungkin pernah dengar hal ini: Orang pintar kalah dengan orang beruntung.Yah.... jadi, karena saya tidak begitu siap dan soal menurut saya juga sangat susah untuk semua orang, karenanya pada beberapa pelajaran di UTS ini saya pasrah saja hahahaha.... Namun tetap saja intinya saya kedepannya harus berusaha untuk bisa lebih baik dan siap menghadapi tantangan ujian maupun kegiatan belajar kuliah saya hahaha.
  
  Semangat untuk semua yang telah bekerja keras dalam aktivitas hari ini. Semoga esok hari pun kita dapat melakukan aktivitas dengan semangat dan senyuman di wajah. Sudahkan anda membuat seseorang senang hari ini? Jangan lupa ya...


  huphuphaphap terima kasih telah membaca tulisan ini~ :DDD